Indahnya Batik Indonesia Dalam Sebuah Karnaval

batik-carnival

Batik adalah warisan budaya asli Indonesia. Dunia sudah mengakuinya. Kita patut bangga memilikinya. Mulai dari Sabang sampai Merauke, hampir semua daerah memiliki motif batik dengan ciri khas tersendiri. Bahkan untuk tujuan makin melestarikan batik, sudah banyak kota yang rutin menyelenggarakan karnaval batik.

Beberapa daerah di pulau Jawa utamanya sudah mulai rutin menyelenggarakan even karnaval yang mempertontonkan cosplay bermotif batik Indonesia. Ada Solo, Jogja, Jember, dan beberapa daerah lainnya. Bahkan tak hanya terbatas di pulau Jawa, di beberapa daerah seperti Lampung, Makassar, juga pernah menyelenggarakan karnaval batik.

Salah satu acara karnaval batik yang rutin diadakan setiap tahunnya yaitu Solo Batik Carnival (SBC). Gaung acara ini sudah terdengar sejak lama. Acara diselenggarakan oleh pemerintah Kota Surakarta yang akrab dikenal dengan SBC ini pertama kali diadakan pada 13 April 2008. Mulai saat itulah, SBC diadakan secara rutin setiap tahunnya, yaitu setiap bulan Juni dengan diikuti ratusan peserta.

Karnaval mempertontonkan para peserta yang menggunakan costum unik alias cosplay yang menggunakan bahan utama berupa kain batik. Tema yang diusung setiap tahunnya berbeda-beda. Para peserta karnaval pun menampilkan pakaian-pakaian unik tersebut pada sebuah catwalk. Dan tak tanggung-tanggung catwalk-nya adalah jalan raya sepanjang 10 km yaitu Jl. Slamet Riyadi.

Bahkan acara ini pun pernah ditampilkan pada event-event manca negara. Dua yang terkenal di antaranya yaitu Festival Chingay di Singapura dan Festival Budaya Tong-Tong di Den Haag, Belanda. Ini menunjukkan bahwa keindahan batik Indonesia begitu dikagumi oleh masyarakat di seluruh dunia.

Jenis Batik Indonesia Berdasar Teknik Pembuatannya

batik-indonesia-klasikBatik telah resmi diakui sebagai warisan budaya asli Indonesia. Sejak UNESCO menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009 silam, maka saat itu pulalah pemerintah menetapkan tanggal tersebut untuk dirayakan sebagai Hari Batik Nasional. Hal ini merupakan langkah positif untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya, sekaligus memperkenalkannya secara luas pada masyarakat dunia internasional.

Saat ini perkembangan batik Indonesia menjadi sedemikian pesat, mulai dari motif, warna maupun aplikasi penggunaanya. Kalau dulu, mungkin batik selalu identik dengan kesan kuno, tua dan jauh dari kata modern. Namun sekarang, batik dengan segala modifikasi desainnya, tak lagi hanya berbentuk kemeja yang sering dipakai oleh orang-orang tua, melainkan telah merambah ke berbagai desain busana yang fashionable. Tidak heran bila saat ini dapat dilihat batik telah banyak digunakan sebagai pakaian kerja yang berkesan formal, gamis yang bertema agamis, hingga pakaian santai untuk berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Beragam produk bermotif batik berkualitas dapat Anda peroleh di web Budi dan Siti. Sedangkan dari teknik pembuatannya, batik dapat dibagi dalam tiga jenis yaitu :

  • Batik tulis, yaitu batik yang dibuat pada kain dengan cara menghias corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik tulis ini biasanya memakan waktu yang lama, kurang lebih 2 hingga 3 bulan.
  • Batik cap, yaitu batik dibuat pada kain dengan corak batik yang dibentuk melalui metode pengecapan (biasanya cap terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis cap ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 hingga 3 hari.
  • Batik printing atau cetak, yaitu batik dibuat secara massal dalam industri batik modern, dimana corak dirancang melalui komputer dan dilakukan denganĀ  mesin. Proses pembuatannya membutuhkan waktu beberapa jam saja.

Itulah beberapa informasi mengenai batik yang telah menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Sudah selayaknya kita melestarikannya, agar tidak diambil oleh negara lain.